BAB I
PEMBAHASAN
A. Penggunaan system operasi novel
Novell
NetWare adalah sebuah sistem operasi jaringan (NOS) yang
menyediakan aksesfile remote transparan dan berbagai layanan jaringan
terdistribusi, termasuk sharing printer dan dukungan untuk berbagai
aplikasi seperti surat elektronik transfer dan akses database . NetWare menentukan atas lima lapisan
model referensi OSI dan, dan berjalan pada media apapun-protokol akses.
Selain itu, NetWare berjalan pada
hampir semua jenis sistem komputer, dari PC ke mainframe. NetWare dan protokol pendukungnya
sering hidup berdampingan di saluran fisik yang sama dengan
banyak protokol populer lainnya, termasuk TCP / IP, DECnet, dan
AppleTalk. Novell NetWare, yang diperkenalkan pada awal tahun 1980
didasarkan pada Xerox Network
Systems (Norton AntiVirus), didasarkan pada arsitektur klien-server
Klien(kadang-kadang disebut workstation) permintaan layanan, seperti file dan
printer akses, dari server. NetWare klien
/ server arsitektur yang mendukung akses remote yang transparan bagi pengguna
melalui prosedur remote panggilan. Sebuah prosedur terpencil panggilan
dimulai ketika program komputer lokal berjalan pada client mengirimkansebuah
prosedur panggilan ke server jauh Kemudian server mengeksekusi
prosedur remote panggilan dan mengembalikan informasi yang diminta ke
klien lokal. Novell Open Enterprise
Server (1.0)
Pada tahun 1991, Novell memperkenalkan secara radikal
berbeda dan lebih murah produk – Netware
Lite dalam jawaban Artisoft mirip
LANtastic. Kedua sistem
saling berkerja sama , di mana tidak diperlukan adanya server spesialis,
tetapi semua PC pada jaringan dapat berbagi sumber daya mereka. Lini produk menjadi pribadi Netware
padatahun1993.
Kinerja NetWare mendominasi sistem operasi
jaringan (NOS) pasar dari pertengahan-80 melalui pertengahan sampai
akhir-90an karena kinerja yang sangat tinggi dibandingkan denganteknologi NOS
lain. Kebanyakan benchmark selama periode ini menunjukkan kinerja 5:1untuk
keunggulan 10:1 produk dari Microsoft, Banyan, dan lain-lain. Satu
patokan penting NetWare 3.x menjalankan NFS layanan melalui TCP / IP (bukan
asal NetWareIPX protokol) ke
dedicated server NFS Auspex dan server Unix SCO menjalankan layanan NFS. NetWare NFS mengungguli kedua ‘pribumi’
sistem NFS dan mengklaimkeunggulan kinerja 2:1 SCO Unix NFS pada hardware yang sama
Novell
NetWare adalah sebuah sistem operasi jaringan yang umum
digunakan dalamkomputer IBM PC atau kompatibelnya. Sistem operasi ini
dikembangkan oleh Novell, dan dibuat berbasiskan tumpukan protokol
jaringan Xerox XNS. NetWare
telah digantkan oleh Open Enterprise
Server (OES). Versi terakhir dari NetWare
hingga April 2007 adalah versi 6.5 Support Pack 6, yang identik dengan OES-NetWare Kernel, Support Pack 2.
Perkembangan Novell dengan XNS yaitu standar yang
menjelaskan mengenaiseperangkat protocol
yang didesain untuk internetworking
terutama kegunaan lokal. Ada2 protokol jaringan yang terlibat yaitu internet Datagram Protocol ( IDP ) dan
(SPP ) Sequenced Packet Protokol.
Datagram pada jaringan XNS diberikan alamat secaraindividual.Dalam
perkembanganya Novell menciptakan
sedikit perubahan ke IDP dan SDP, danmenamakanya paket Pertukaran di internet
atau IPX ( Internet Packet Echange)
dan pertukaran SPX yang berurut.
Novell
Netware yang sudah menguasai pasar sejak tahun delapan
puluhan dan masihakan berjaya di sistem yang tidak memerlukan interface yang
rumit (seperti Windows),sehingga
baikdipakai untuk perbankan dan pengolahan data yang tidak membutuhkan
grafik .
B.
Penggunaan sistem operasi backtrack
BackTrack adalah salah satu distro linux yang merupakan turunan dari slackware yang mana
merupakan merger dari whax
dan auditor security collection.
Backtrack dua dirilis pada tanggal 6 maret 2007 yang memasukkan lebih dari 300
tool security sedangkan versi beta 3 dari backtrack dirilis pada tanggal 14
desember 2007 yang pada rilis ketiga ini lebih difokuskan untuk support
hardware. Sedangkan versi backtrack 3 dirilis pada tanggal 19 juni 2008 pada
backtrack versi 3 ini memasukkan saint dan maltego sedangkan nessus tidak dimasukkan serta
tetap memakai kernel versi 2.6.21.5. pada BackTrack 4 Final sekarang ini
menawarkan kernel linux terbaru yaitu kernel 2.6.30.4. Sekaligus pada Rilis
BackTrack 4, dapat dikatakan berpindah basis yakni dari dahulu yang Slackware menjadi
berbasis Ubuntu. Dilengkapi juga
dengan patch untuk wireless driver untuk menanggulangi serangan wireless
injection (wireless injection attacks).
Backtrack dibuat oleh
Mati Aharoni yang merupakan konsultan sekuriti dari Israel. Jadi merupakan
kolaborasi komunitas. Backtrack sendiri merupakan merger dari whax
yang merupakan salah satu distro Linux yang digunakan untuk tes keamanan
yang asal dari whax
sendiri dari Knoppix. Ketika Knoppix mencapi versi
3.0 maka dinamakan dengan whax.
Whax
dapat digunakan untuk melakukan tes sekuriti dari berbagai jaringan di mana
saja. [6] Max Mosser
merupakan auditor security collection yang mengkhususkan dirinya untuk melakukan
penetrasi keamanan di Linux. Gabungan dari auditor
dan Whax ini sendiri menghasilkan 300 tool yang digunakan untuk testing
security jaringan. Auditor security collection juga terdapat pada knoppix.
Namun, sejak rilis ke-4
hingga rilis yang terbaru ini, BackTrack sudah tidak lagi menggunakan basis Knoppix. BackTrack kini
menggunakan basis Ubuntu.
BackTrack telah
memasuki versi 5 R3 dengan kernel 3.2.6[7]
BackTrack menyediakan
akses mudah untuk tools komprehensif yang berhubungan dengan keamanan, mulai
dari Port Scanner sampai Password Scanner. Dukungan fungsi Live CD dan Live USB
mengijinkan pengguna untuk me-boot BackTrack secara langsung dari media
penyimpan portabel tanpa harus melakukan penginstallan pada Hardisk secara
permanen.
BackTrack berisi banyak
tools keamanan yang terkenal yaitu:
RFMON
Injection capable wireless drivers
Wireshark (formerly known as Ethereal)
C. Penggunaan sistem operasi red hat
Red Hat adalah salah
satu system operasi workstation yang bisa dijalankan dengan mode dhcp
server. Adapun untuk mengkonfigurasi dhcp pada RedHat, kita membutuhkan file yang namanya dhcpd.conf. untuk
mendapatkan file ini, bisa kita copy dari CD ke-2 RedHat atau kita bisa buat sendiri. Cara membuatnya adalah
dengan perintah “touch” dan diletakkan pada direktory /etc/dhcpd.
Redhat adalah distrinusi yang paling populer dan paling
banyak dipakai. Ia juga merupakan standar atau basis pengembangan berbagai
distribusi lainnya termasuk Mandrake-Linux, ASP-Linux dan banyak lagi lainnya
Red Hat adalah salah
satu perusahaan terbesar dan dikenal untuk dedikasinya atas perangkat lunak
sumber bebas . Red Hat didirikan pada 1993 dan bermarkas di Raleigh,
NorthCarolina, Amerika Serikatt. Red Hat terkenal karena
produknya Redhat Linux
salah satu distro Linux utama
Pada tahun 1993 Bob
Young mendirikan ACC Corporation, bisnis katalog yang menjual aksesori
perangkat lunak Linux dan UNIX. Pada tahun 1994 MarcEwing membuat
distribusi Linux sendiri, yang dinamai Red Hat Linux. Ewing merilisnya
pada Oktober tahun tersebut, dan dikenal sebagai rilis Halloween. Young membeli
bisnis Ewing pada tahun 1995, dan keduana bergabung menjadi Red Hat Software,
dengan Young menjabat sebagai CEO.
Kekurangan Redhat
1. Dukungan multimedia
buruk
2. Transisi RedHat ke Fedora
mengkhawatirkan.
3. Namanya kurang
familiar
KelebihanRedHat
1. Instalasinya mudah .
Karena merupakan revolusioner Linux.
2. Standar baku file
binner pada Linux
Struktur file RedHat
Ext2 : merupakan system
file yang mendukung standard UNIX (regular files, directories, symbolic, links,
dll), system file ini memungkinkan untuk membuat nama file yang legth-nya
mencapai 255 karakter.
Ext3 : merupakan system
file pengembangan dari ext2 yang sangat efektif. Keuntungan dari system file
ini adalah apabila terjadi Crash, tidak perlu melakukan ‘fsck’ system files.
D. Penggunaan sistem operasi SUSE
Linux
sebelumnya bernama SUSE
Linux dan SuSE Linux Professional,[2] , adalah salah satu distro Linux dari perusahaan Novell,
atau lebih tepat dari anak perusahaannya Suse
Linux GmbH (Software-
und System-Entwicklungsgesellschaft
mbH, Nürnberg yang berarti pengembangan
-perangkat lunak dan -sistem). SUSE Linux awalnya merupakan distro Slackware terjemahan bahasa Jerman. Ada informasi tidak
resmi yang mengatakan bahwa S.u.S.E berhubungan dengan ilmuwan komputer Jerman Konrad Zuse karena pengucapan
namanya yang sama.
Terdapat dua (2) distro
utama SUSE Linux yang saat ini aktif:
SUSE Linux Enterprise : SLE adalah solusi sumber
terbuka dari Novell untuk perusahaan besar. Terdiri dari dua paket, yaitu:
SUSE Linux Enterprise
Server : SLES adalah Sistem Operasi Server Perusahaan
yang merupakan komponen SLE.
SUSE Linux Enterprise
Desktop : SLED adalah Sistem Operasi Desktop
Perusahaan yang merupakan komponen SLE.
openSUSE : sebuah proyek masyarakat, yang disponsori
oleh Novell, dirancang untuk pengguna rumahan.
SUSE bermula pada awal
tahun 1990-an di mana Linux terdiri dari sekitar 50 keping disket dan dapat
diunduh/diambil lewat internet, tetapi pengguna potensial yang memiliki koneksi
internet tidaklah banyak. Kemudian S.u.S.E. GmbH menghimpun disket-disket Linux
yang dapat dibeli (tanpa harus memiliki koneksi internet). SuSE tersebarluas
oleh Suse GmbH dengan lokalisasi instalasi dalam bahasa Jerman dan dengan itu
menciptakan distribusi dari banyak pengguna berbahasa Jerman. Alat instalasi
dari Slackware diganti dengan YaST hasil pengembangan Suse GmbH sendiri. Mulai
April 1994 Paket Suse-Linux Versi 1.0 mulai menggunakan CD, tidak lagi dalam
disket (yang sudah mencapai 70 keping).
Versi pertama yang
berdiri sendiri terlepas dari Slackware diterbitkan pada Mei 1996 dengan nama
S.u.S.E. Linux, versi 4.2. Penomoran 4.2 dalam versi ini diakibatkan dari
diskusi panjang di mana penomoran versi 1.1 ditolak dan angka 42 lebih disukai
karena merupakan "jawaban dari segala pertanyaan terhadap segala
pertanyaan" (Answer to Life, the Universe, and Everything) menurut
roman karya Douglas
Adams The Hitchhiker's Guide to the Galaxy.
Pada versi ini untuk pertama kalinya, dalam distribusi dengan 3 CD, disertai
sebuah Live-Filesystem.
Mulai dari versi 4.2
angka penjualan Suse Linux meningkat tajam. Pengguna professional di pasar
Linux menuntut produk yang sesuai, maka mulai versi 5 ditawarkan produk SuSE
Business Linux. Konsep ini kemudian tetap dijual melalui SUSE Linux Enterprise Server
(SLES), yang boleh diperoleh di samping siklus rilis dan pembaruan yang panjang
dengan dukungan tawaran dan pelatihan yang beragam.
Suse Linux yang sampai
pada versi itu hanya mendukung platform Intel i386, pada versi 6.1 mulai juga
mendukung platform DEC,
Alpha AXP dan platform PowerPC pada versi 6.3. Kedua distribusi
memiliki pengaruh penting bagi pengembangan kualitatif Distribusi Suse Linux.
Pada perkembangan berikutnya tersedia juga versi SuSE Linux untuk sistem AMD Athlon 64, Intel Itanium
dan IBM 390 (Z-Series).
Mulai versi 7.0 sampai
dengan 9.1 tersedia dua versi Suse Linux: Personal dan Professional. Di samping
itu tersedia juga versi bagi pelajar. Paket pembaruan dengan harga yang pantas
untuk versi Professional juga tersedia tanpa cetakan buku pedoman administrasi.
Pada 4 November 2003, Novell mengumumkan bahwa
mereka akan mengakuisisi SuSE.[3] Akuisisi ini
diselesaikan pada Januari 2004.[4] SuSE 9.1
merupakan versi pertama di bawah Novell. Salah satu perubahan yang terjadi
adalah mulai Juni 2004, di samping instalasi melalui FTP, CD untuk instalasi dasar tersedia di internet.
Juga pada edisi Professional dipasarkan dengan keping DVD kedua yang berisi
perangkat lunak untuk sistem 64-Bit (AMD64 dan Intel 64) (versi 64-Bit SuSE 9.0 dijual
terpisah). Pada April 2004 YaST
ditempatkan di bawah Lisensi
Publik Umum GNU. Pada 4 Agustus 2005, juru bicara dan
direktur hubungan masyarakat Bruce Lowry mengumumkan bahwa pengembangan SUSE
Professional akan lebih terbuka dan bersama dalam proyek komunitas openSUSE
berupaya meraih perhatian yang lebih luas dari pengguna dan pengembang . Lebih
terbuka dengan memungkinkan pengguna dan pengembang untuk menguji dan membantu
mengembangkannya. Sebelumnya segala pengembangan dilakukan hanya oleh SUSE dan
versi 10.0 adalah versi pertama dengan pengujian beta oleh publik. Sebagai
bagian dari perubahan, akses ke Server-YaST menjadi pelengkap bagi pengguna
SUSE Linux.
Maskot dari SUSE secara
umum dikenali sebagai gecko (tokek) dan disebut sebagai Geeko, namun
sebenarnya adalah seekor kameleon (Chamaeleonidae)
E. Penggunaan sistem operasi free bsd
FreeBSD adalah suatu
sistem operasi yang bekerja layaknya UNIX tetapi bukan turunan dari UNIX.
Pertama kali dikembangkan oleh Berkeley Software Distribution pada tahun 1993.
Operating system ini dijuluki FreebSD karena software ini gratis untuk digunakan oleh siapapun termasuk untuk kepentingan komersial, source code yang tersedia dengan gratis, siapapun dapat meningkatkan performa FreeBSD ini atau menemukan bug untuk mensubmit source codenya, kata “free” dapat diartikan sebagai gratis, atau dapat digunakan sesuai keinginan user.
Saat ini FreeBSD banyak dipercaya sebagai OS untuk server yang menangani beban yang cukup tinggi. Tercatat beberapa situs internet tersibuk di dunia, seperti Yahoo.com, Hotmail.com, dan ftp.cdrom.com menggunakan FreeBSD sebagai sistem operasi bagi servernya. Sementara itu, di Indonesia FreeBSD menjadi tulang punggung dari jaringan AI3 (Asian Internet Interconnection Initiative). Jaringan yang di Indonesia berpusat di ITB ini bertujuan untuk menghubungkan perguruan tinggi serta lembaga pendidikan maupun riset di Indonesia ke jaringan internet melalui gateway internet AI3 di ITB.
1. Sejarah FreeBSD
Sejarah munculnya FreeBSD berawal dari pengembangan system Operasi Unix yang dirancang oleh Ken Thompson dan Dennis Ritchie, peneliti dari AT&T Bell Laboratories. Selama pertengahan tahun 70an, Ken Thompson memperkenalkan UNIX ke University of California di Berkeley. Dan ketika University of California at Berkeley menerima source code ini (membeli dengan harga $400), co-creator Unix, Ken Thompson, tengah berkunjung ke salah satu fakultas. Melalui bantuannya yang konsisten, para periset dan mahasiswa, terutama Bill Joy (salah satu pendiri Sun Microsystem), berusaha mengembangkan source code Unix tersebut dan melahirkan apa yang disebut The Berkeley Software Distribution (BSD).
Dengan dukungan pendanaan dari DARPA (departemen pertahanan Amerika), Berkeley Computer System Research Group (CSRG) selanjutnya menjadi bagian penting dalam pengembangan Unix disamping Bell Labs. Bersamaan dengan Unix System V AT&T sendiri, BSD tumbuh menjadi salah satu dari dua flavor Unix mayor pada saat itu.
Faktanya, sistem Unix BSD berkembang lebih inovatif dari Unix System V. Ia lebih digemari oleh kalangan akademik dan institusi-institusi riset daripada perusahaan komersial.
Berbeda dengan Linux yang dibuat secara “keroyokan” oleh para programmer di seluruh dunia, FreeBSD dikembangkan oleh sebuah tim yang terbagi atas tiga kelompok besar, masing-masing adalah FreeBSD Core Team, FreeBSD Developers, dan FreeBSD Documentation Project. FreeBSD Core Team bertindak sebagai semacam “dewan direksi” dari proyek FreeBSD. Tim ini bertanggung jawab untuk menentukan tujuan-tujuan proyek secara keseluruhan serta aturan pelaksanaannya. Tim kedua, FreeBSD Developers, bertanggung jawab terhadap tugas teknis dalam pembuatan FreeBSD, sementara FreBSD Documentation Team menangani tugas-tugas yang berkenaan dengan pendokumentasian proyek, pembuatan manual, FAQ, dan sebagainya.
Seiring bergulirnya waktu, Unix BSD sangat mempengaruhi perkembangan sistem-sistem Unix yang ada saat ini. Berbagai utiliti dasar Unix, seperti C-shell, vi, TCP/IP, dan virtual memory, dibuat pertama kali pada rilis Unix BSD. Sun Microsystem SunOS termasuk turunan dari 4.2BSD, sedangkan Unix System V ditulis-ulang dalam rilis ke-empatnya (SVR4) untuk menyesuaikan diri dengan fitur-fitur BSD.
2. Versi FreeBSD
Versi modern BSD adalah 4.4BSD yang dirilis pada tahun 1993. Kebanyakan sistem-sistem BSD saat ini berstandarkan 4.4BSD-Lite. Di antara sekian banyak flavor Unix BSD terdapat tiga sistem freeware yang populer digunakan dan salah satunya adalah FreeBsd yang akan dijelaskan dalam pelatihan ini. Varian BSD yang lainnya adalah NetBSD dan OpenBsd.
Pengembangan FreeBSD melibatkan banyak sekali pihak. Biasanya mereka adalah programmer individu berkemampuan tinggi yang dikenal sebagai commiters. Commiters dipilih oleh FreeBSD Core Team. Sekitar tahun 1992 dan 1993, Jordan K. Hubbard, Rod Grimes, dan Nate Williams bekerja pada proyek 386BSD dan merilis set perubahan-perubahan yang dikenal dengan “Unofficial 386BSD Patchkit.”
David Greenman, yang kemudian bekerja pada Walnut Creek, selanjutnya mengusulkan sistem operasi baru berbasiskan kepada patchkit yang telah ada dengan nama FreeBSD.
Segera setelah itu, Hubbard dikontrak Walnut Creek untuk mempersiapkan channel distribusi CDROM. Walnut Creek memberikan dukungan dengan menawarkan server dan hardware ber-bandwidth tinggi untuk mengembangkannya. CDROM pertama dari FreeBSD adalah versi 1.0, dirilis pada bulan Desember 1993.
FreeBSD 2.0 dirilis bulan November 1994. Selanjutnya sebagai upgrade dan peningkatan dilakukan secara berkesinambungan dan signifikan. Dewasa ini FreeBSD telah melahirkan rilis-rilis yang sangat stabil dan luas digunakan oleh masyarakat dunia. Yahoo!, direktori internet terbesar saat ini, mempercayakan jutaan halamannya untuk dilayani oleh sistem FreeBSD, begitu pula organisasi dan vendor-vendor besar lainnya.
3. Tujuan dari penggunaan FreeBSD
Berdasarkan penuturan Hubbard, sasaran utama FreeBSD Project adalah memberikan software yang dapat digunakan untuk beragam tujuan. Barangkali apa yang menarik dari FreeBSD adalah sisi teknisnya yang simpel. Diakui bahwa program instalasi FreeBSD termasuk dalam tool instalasi Unix yang paling sederhana di antara yang lainnya. Di samping itu, sistem software third-party yang datang bersamanya (Port Collections) telah diadopsi NetBSD dan OpenBSD.
4. Keuntungan menggunakan FreeBSD
• Memiliki sistem software third-party yang memberikan kemudahan yang berarti bagi para user untuk menambah atau menghapus aplikasi-aplikasi. Para user cukup mengeksekusi satu baris perintah dan aplikasi-aplikasi dengan sendirinya di-download, dicek integritasnya, di-build, dan diinstall secara otomatis. Tugas-tugas administrasi sistem menjadi sangat praktis dan mudah.
• Keuntungan lain dalam memakai freebsd sebagai server diantaranya adalah mudah, gratis (bisa di download langsung dr www.freebsd.org), secure, powerfull, mendukung patch dan update, disertai port dan package u/ memudahkan install software lain, disertai firewall, dan ada team yang akan selalu develop OS FreeBSD.
• Sistem stabil untuk database, server internet, intranet, fill-server, intranet client, pengembangan java.,FreeBSD dpt berjalan lebih cepat dari Linux dalam beberapa bagian misal sbg server NFS,Termasuk s. operasi yg hemat karena fersi gratisnya.
5. Kelemahan memggunakan FreeBSD
Sedikit software untuk kantor apalagi versi gratisnya, Free BSD tidak dpt digunakan pada mikro karnal lam PC IBM, Free BSD tidak dpt mendukung ISA-plug-and-ply-card, Kecilnya basis developer dan pemakai yg mencari bug/kelemahan program, Belum jelas masa depannya untuk server database dan sistem operasi desktop .
6. Model Pengembangan FreeBSD
Model pengembangan FreeBSD nyaris serupa dengan NetBSD maupun OpenBSD, tetapi memiliki perbedaan yang signifikan dengan development Linux. Model pengembangan FreeBSD dikelola secara profesional oleh ratusan programmer individual yang dipanggil dengan Committers. Commiters berwenang melakukan perubahan-perubahan yang dibutuhkan terhadap source official FreeBSD kapan pun juga. Penyeleksian tim Commiters diputuskan oleh FreeBSD Core Team, yang merupakan papan direksi FreeBSD.
Model pengembangan FreeBSD diarahkan untuk menciptakan produk yang stabil dan mudah digunakan. Sebagai salah satu sistem Unix yang reliabel untuk platform x86, FreeBSD harus menjaga kompatibilitas program-program sebaik mungkin di antara sistem. memiliki wewenang langsung untuk melakukan perubahan-perubahan pada system.
Selain FreeBSD, OS lain yang berbasis BSD adalah NetBSD dan OpenBSD. Perbedaan dari ketiga OS tersebut simplenya seperti ini. Dilihat dari kelebihannya :
1. FreeBSD : mendukung byk 3rd party software dng semboyan “ready to serve”.
2. OpenBSD : menitikberatkan pd security, dgn slogan canggihnya “secure by default”.
3. NetBSD : Mendukung banyak hardware dan berbagai arsitektur
Operating system ini dijuluki FreebSD karena software ini gratis untuk digunakan oleh siapapun termasuk untuk kepentingan komersial, source code yang tersedia dengan gratis, siapapun dapat meningkatkan performa FreeBSD ini atau menemukan bug untuk mensubmit source codenya, kata “free” dapat diartikan sebagai gratis, atau dapat digunakan sesuai keinginan user.
Saat ini FreeBSD banyak dipercaya sebagai OS untuk server yang menangani beban yang cukup tinggi. Tercatat beberapa situs internet tersibuk di dunia, seperti Yahoo.com, Hotmail.com, dan ftp.cdrom.com menggunakan FreeBSD sebagai sistem operasi bagi servernya. Sementara itu, di Indonesia FreeBSD menjadi tulang punggung dari jaringan AI3 (Asian Internet Interconnection Initiative). Jaringan yang di Indonesia berpusat di ITB ini bertujuan untuk menghubungkan perguruan tinggi serta lembaga pendidikan maupun riset di Indonesia ke jaringan internet melalui gateway internet AI3 di ITB.
1. Sejarah FreeBSD
Sejarah munculnya FreeBSD berawal dari pengembangan system Operasi Unix yang dirancang oleh Ken Thompson dan Dennis Ritchie, peneliti dari AT&T Bell Laboratories. Selama pertengahan tahun 70an, Ken Thompson memperkenalkan UNIX ke University of California di Berkeley. Dan ketika University of California at Berkeley menerima source code ini (membeli dengan harga $400), co-creator Unix, Ken Thompson, tengah berkunjung ke salah satu fakultas. Melalui bantuannya yang konsisten, para periset dan mahasiswa, terutama Bill Joy (salah satu pendiri Sun Microsystem), berusaha mengembangkan source code Unix tersebut dan melahirkan apa yang disebut The Berkeley Software Distribution (BSD).
Dengan dukungan pendanaan dari DARPA (departemen pertahanan Amerika), Berkeley Computer System Research Group (CSRG) selanjutnya menjadi bagian penting dalam pengembangan Unix disamping Bell Labs. Bersamaan dengan Unix System V AT&T sendiri, BSD tumbuh menjadi salah satu dari dua flavor Unix mayor pada saat itu.
Faktanya, sistem Unix BSD berkembang lebih inovatif dari Unix System V. Ia lebih digemari oleh kalangan akademik dan institusi-institusi riset daripada perusahaan komersial.
Berbeda dengan Linux yang dibuat secara “keroyokan” oleh para programmer di seluruh dunia, FreeBSD dikembangkan oleh sebuah tim yang terbagi atas tiga kelompok besar, masing-masing adalah FreeBSD Core Team, FreeBSD Developers, dan FreeBSD Documentation Project. FreeBSD Core Team bertindak sebagai semacam “dewan direksi” dari proyek FreeBSD. Tim ini bertanggung jawab untuk menentukan tujuan-tujuan proyek secara keseluruhan serta aturan pelaksanaannya. Tim kedua, FreeBSD Developers, bertanggung jawab terhadap tugas teknis dalam pembuatan FreeBSD, sementara FreBSD Documentation Team menangani tugas-tugas yang berkenaan dengan pendokumentasian proyek, pembuatan manual, FAQ, dan sebagainya.
Seiring bergulirnya waktu, Unix BSD sangat mempengaruhi perkembangan sistem-sistem Unix yang ada saat ini. Berbagai utiliti dasar Unix, seperti C-shell, vi, TCP/IP, dan virtual memory, dibuat pertama kali pada rilis Unix BSD. Sun Microsystem SunOS termasuk turunan dari 4.2BSD, sedangkan Unix System V ditulis-ulang dalam rilis ke-empatnya (SVR4) untuk menyesuaikan diri dengan fitur-fitur BSD.
2. Versi FreeBSD
Versi modern BSD adalah 4.4BSD yang dirilis pada tahun 1993. Kebanyakan sistem-sistem BSD saat ini berstandarkan 4.4BSD-Lite. Di antara sekian banyak flavor Unix BSD terdapat tiga sistem freeware yang populer digunakan dan salah satunya adalah FreeBsd yang akan dijelaskan dalam pelatihan ini. Varian BSD yang lainnya adalah NetBSD dan OpenBsd.
Pengembangan FreeBSD melibatkan banyak sekali pihak. Biasanya mereka adalah programmer individu berkemampuan tinggi yang dikenal sebagai commiters. Commiters dipilih oleh FreeBSD Core Team. Sekitar tahun 1992 dan 1993, Jordan K. Hubbard, Rod Grimes, dan Nate Williams bekerja pada proyek 386BSD dan merilis set perubahan-perubahan yang dikenal dengan “Unofficial 386BSD Patchkit.”
David Greenman, yang kemudian bekerja pada Walnut Creek, selanjutnya mengusulkan sistem operasi baru berbasiskan kepada patchkit yang telah ada dengan nama FreeBSD.
Segera setelah itu, Hubbard dikontrak Walnut Creek untuk mempersiapkan channel distribusi CDROM. Walnut Creek memberikan dukungan dengan menawarkan server dan hardware ber-bandwidth tinggi untuk mengembangkannya. CDROM pertama dari FreeBSD adalah versi 1.0, dirilis pada bulan Desember 1993.
FreeBSD 2.0 dirilis bulan November 1994. Selanjutnya sebagai upgrade dan peningkatan dilakukan secara berkesinambungan dan signifikan. Dewasa ini FreeBSD telah melahirkan rilis-rilis yang sangat stabil dan luas digunakan oleh masyarakat dunia. Yahoo!, direktori internet terbesar saat ini, mempercayakan jutaan halamannya untuk dilayani oleh sistem FreeBSD, begitu pula organisasi dan vendor-vendor besar lainnya.
3. Tujuan dari penggunaan FreeBSD
Berdasarkan penuturan Hubbard, sasaran utama FreeBSD Project adalah memberikan software yang dapat digunakan untuk beragam tujuan. Barangkali apa yang menarik dari FreeBSD adalah sisi teknisnya yang simpel. Diakui bahwa program instalasi FreeBSD termasuk dalam tool instalasi Unix yang paling sederhana di antara yang lainnya. Di samping itu, sistem software third-party yang datang bersamanya (Port Collections) telah diadopsi NetBSD dan OpenBSD.
4. Keuntungan menggunakan FreeBSD
• Memiliki sistem software third-party yang memberikan kemudahan yang berarti bagi para user untuk menambah atau menghapus aplikasi-aplikasi. Para user cukup mengeksekusi satu baris perintah dan aplikasi-aplikasi dengan sendirinya di-download, dicek integritasnya, di-build, dan diinstall secara otomatis. Tugas-tugas administrasi sistem menjadi sangat praktis dan mudah.
• Keuntungan lain dalam memakai freebsd sebagai server diantaranya adalah mudah, gratis (bisa di download langsung dr www.freebsd.org), secure, powerfull, mendukung patch dan update, disertai port dan package u/ memudahkan install software lain, disertai firewall, dan ada team yang akan selalu develop OS FreeBSD.
• Sistem stabil untuk database, server internet, intranet, fill-server, intranet client, pengembangan java.,FreeBSD dpt berjalan lebih cepat dari Linux dalam beberapa bagian misal sbg server NFS,Termasuk s. operasi yg hemat karena fersi gratisnya.
5. Kelemahan memggunakan FreeBSD
Sedikit software untuk kantor apalagi versi gratisnya, Free BSD tidak dpt digunakan pada mikro karnal lam PC IBM, Free BSD tidak dpt mendukung ISA-plug-and-ply-card, Kecilnya basis developer dan pemakai yg mencari bug/kelemahan program, Belum jelas masa depannya untuk server database dan sistem operasi desktop .
6. Model Pengembangan FreeBSD
Model pengembangan FreeBSD nyaris serupa dengan NetBSD maupun OpenBSD, tetapi memiliki perbedaan yang signifikan dengan development Linux. Model pengembangan FreeBSD dikelola secara profesional oleh ratusan programmer individual yang dipanggil dengan Committers. Commiters berwenang melakukan perubahan-perubahan yang dibutuhkan terhadap source official FreeBSD kapan pun juga. Penyeleksian tim Commiters diputuskan oleh FreeBSD Core Team, yang merupakan papan direksi FreeBSD.
Model pengembangan FreeBSD diarahkan untuk menciptakan produk yang stabil dan mudah digunakan. Sebagai salah satu sistem Unix yang reliabel untuk platform x86, FreeBSD harus menjaga kompatibilitas program-program sebaik mungkin di antara sistem. memiliki wewenang langsung untuk melakukan perubahan-perubahan pada system.
Selain FreeBSD, OS lain yang berbasis BSD adalah NetBSD dan OpenBSD. Perbedaan dari ketiga OS tersebut simplenya seperti ini. Dilihat dari kelebihannya :
1. FreeBSD : mendukung byk 3rd party software dng semboyan “ready to serve”.
2. OpenBSD : menitikberatkan pd security, dgn slogan canggihnya “secure by default”.
3. NetBSD : Mendukung banyak hardware dan berbagai arsitektur
BAB II
KESIMPULAN
Penggunaan linux sebagai sistem
operasi adalah karena linux dapat diperoleh
secara gratis dan dapat disebarluaskan secara bebas. Selain itu, linuxmerupakan
sistem operasi yang cukup handal untuk memenuhi kebutuhan dalammenyediakan layanan-layanan server.
Dan dengan dukungan
komunitas yangsangat besar di internet,
memberikan kemudahan
penggunaan dalam halpenggunaannya
baik sebagai sistem
operasi desktop maupun
sebagai sistemoperasi server.
Dapat kita simpulkan bahwa lapisan sistem operasi secara
umum terdiri atas 4 bagian, yaitu:
1. Perangkat keras
Lebih berhubungan
kepada perancang sistem. Lapisan ini mencakup lapisan 0 dan 1 menurut
Tanenbaum, dan level 1 sampai dengan level 4 menurut Stallings.
2. Sistem operasi
Lebih berhubungan
kepada programer. Lapisan ini mencakup lapisan 2 menurut Tanenbaum, dan
level 5 sampai dengan level 7 menurut Stallings.
3. Kelengkapan
Lebih berhubungan
kepada programer. Lapisan ini mencakup lapisan 3 menurut Tanenbaum, dan
level 8 sampai dengan level 11 menurut Stallings.
4. Program aplikasi
Lebih berhubungan
kepada pengguna aplikasi komputer. Lapisan ini mencakup lapisan 4 dan
lapisan 5 menurut Tanebaum, dan level 12 dan level 13 menurut
Stallings.
Salah
satu kesulitan besar dalam sistem terlapis disebabkan karena sebuah lapisan
hanya bisa menggunakan lapisan-lapisan dibawahnya, misalnya: backing-store
driver, normalnya diatas penjadual CPU sedangkan pada sistem yang besar,
penjadwal CPU punya informasi tentang proses yang aktif yang ada di
memori. Oleh karena itu, info ini harus dimasukkan dan dikeluarkan dari memori,
sehingga membutuhkan backing-store driver dibawah penjadual CPU. Kesulitan
lainnya adalah paling tidak efisien dibandingkan tipe lain. Ketika pengguna
mengeksekusi M/K, akan mengeksekusi lapisan M/K, lapisan managemen memori, yang
memanggil lapisan penjadual CPU.
BAB III
DAFTAR PUSTAKA
http://id.wikipedia.org/wiki/Red_Hat_Linux (26 november 2012)
http://ngurah-dhika.blogspot.com/2012/03/novell-netware.html (26 november 2012)
http://id.wikipedia.org/wiki/OpenSUSE (26 november 2012)
http://arizkaseptiani.wordpress.com/2010/03/03/mengenal-redhat (26 november 2012)







0 komentar:
Posting Komentar